Aku,
Seperti berada dalam belenggu waktu
Berusaha keras mengenalmu
Lalu memaksa masuk dalam hidupmu
Berbeda,
Ada sesuatu yang mempertemukan kita berdua
Seolah kita sudah saling mengenal lama
Kuberanikan tumbuhkan rasa, kau tetap masih
yang lama
Perasaan itu seperti bara dalam dada
Menyala lalu membara dalam terang cahaya
Sementara aku menikmatinya
Gemetar,
Dunia melihat kita terbakar
Sementara hanya padamu aku berdebar
Pada roda waktu yang terus berputar
Aku mulai memastikan rasa ini bukan sekedar
Salahkah,
Aku ingin memilikimu tanpa tahu mengapa
Memelukmu tanpa berkata apa-apa
Sampai lupa dan menua
Tolong jelaskan, getaran ini artinya apa?
-irmanisa-
Happy Aniversary Sayang.....
Pagi
sudah menjelang siang, namun matahari saja masih malu menampakkan sinarnya. Aku
belum sadar betul dalam mengumpulkan nyawa untuk bangun. Membayangkan kuliah
pagi dengan dosen killer membuat gravitasi kasurku semakin kuat. Ahh pagi ini
terasa malas, sama seperti pagi-pagi biasanya.
Buka
mata, tidak ada aktivitas lain yang pertama aku lakukan selain mengecek smartphone dan membuka chat whatsapp.
“Happy Aniversary yang ke-5 sayang…
Semoga kedepannya hubungan kita lebih baik dan bisa bersama selamanya,
ILOVEYOU!”
Sebuah pesan via
whatsapp dari Gaga. Muhammad Dirgantara Zeo Putra, dia adalah kekasihku. Pesan
singkatnya itu membuatku tersenyum malu di atas kasur. Aku seperti orang gila
yang membayangkan sebuah pertemuan dengan makan malam romantis penuh lilin dan
bunga pada hari yang istimewa. Aku membalas pesan singkat Gaga dengan ucapan
penuh diksi yang sebagian aku cari di google dengan kata kunci ucapan romantis
anniversary untuk pacar. Sebelum beranjak dari tempat tidur dan menyegerakan
mandi, aku mengingat lagi tentang kisahku bersama Gaga.
Gaga adalah lelaki yang
menemaniku lima tahun belakangan ini. Seperti malaikat yang sengaja dikirim
Tuhan ketika aku sudah tak berdaya akibat gagal bercinta, lima tahun yang lalu
aku mengenal Gaga lewat perjodohan dan percomblangan yang cukup lama oleh Dani. Aku
mengenal Gaga sudah lama, sejak kami masih kecil. Tapi, Gaga itu pendiam, seperti
batu dan dingin seperti es. Ketika aku sekolah menengah pertama, aku sempat
mengagumi Gaga sebagai sosok yang ganteng, dan manis (padahal bohong). Ketika
itu aku belum tahu namanya, aku hanya tahu nama panggilannya. Aku mencari tahu
nama lelaki yang telah membuatku penasaran itu pada Eva yang kebetulan satu kelas
dengan dia.
Tidak
pernah aku bayangkan sebelumnya,ternyata aku dan Gaga mendaftar di sekolah
menengah atas yang sama. SMAN 1 Favorite yang merupakan latar aku bertemu Gaga meski tanpa sepatah kata apapun. Kesombongan Gaga sempat membuat aku ilfeel dan kesal. Sebagai siswa yang
cukup pintar diwilayahku, harusnya Gaga mengenalku tapi mengapa sikapnya
seolah-olah enggan untuk berkenalan?
“Ahh, ini cowok pasti songong banget
nih” gumamku dalam hati.
bersambung.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar